300 Hektare Sawah di Poso Kering Akibat Bendungan Jebol

oleh -56 Dilihat
oleh

Bendungan Jebol, Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Poso Pesisir Utara Mengering

Mediaex Poso — Dampak jebolnya bendungan di Desa Tambarana kini dirasakan petani di Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Akibat peristiwa tersebut, ratusan hektare lahan pertanian yang sebelumnya produktif kini mengering, sehingga petani kesulitan menanam padi sebagai sumber pangan utama.

Kepala Desa Bakti Agung, Joko Prabowo, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun, tetapi kerusakan bendungan memperparah krisis air irigasi. “Akibat kekeringan bertahun-tahun, warga kami sulit menanam padi di sawah yang sekarang mengering karena jebolnya bendungan air di Desa Tambarana,” ujarnya pada Selasa (11/11/2025).

Joko menambahkan bahwa sebagian besar petani di desanya mengandalkan irigasi dari bendungan Tambarana untuk memenuhi kebutuhan air sawah. Dengan jebolnya bendungan, sistem irigasi tidak lagi berfungsi optimal, menyebabkan penurunan hasil pertanian dan pendapatan petani secara signifikan.

“Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki bendungan ini. Jika tidak, musim tanam berikutnya akan terancam gagal, dan warga akan mengalami kesulitan ekonomi yang lebih berat,” kata Joko.

Situasi ini berdampak luas terhadap ketahanan pangan lokal. Banyak warga Desa Bakti Agung yang kini harus membeli beras dari luar daerah karena hasil panen menurun drastis. Selain itu, lahan pertanian yang mengering juga menimbulkan masalah lingkungan, seperti tanah retak dan potensi erosi akibat kekeringan berkepanjangan.

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Poso menyatakan telah menurunkan tim teknis untuk meninjau langsung kondisi bendungan yang jebol dan menilai tingkat kerusakan. Kepala Dinas Pertanian, Sudirman Alwi, mengatakan bahwa perbaikan bendungan menjadi prioritas agar musim tanam mendatang tetap berjalan. “Kita sedang menyusun rencana pemulihan irigasi, termasuk perbaikan bendungan dan alternatif distribusi air untuk sawah. Kami juga akan memberikan bantuan bibit dan pupuk untuk mendukung produktivitas petani,” ujarnya.

Selain upaya perbaikan fisik bendungan, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk mengadopsi metode tanam hemat air dan sistem irigasi lokal yang bisa membantu mengurangi dampak kekeringan di masa depan. Program pelatihan pertanian adaptif ini akan dilaksanakan bersama petani setempat agar mereka mampu bertahan menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan gangguan infrastruktur irigasi.

Kejadian ini menambah daftar tantangan pertanian di Kabupaten Poso yang kerap menghadapi perubahan iklim, curah hujan tidak menentu, serta infrastruktur irigasi yang rentan rusak. Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor, antara dinas terkait, pemerintah desa, dan warga petani, bisa meminimalkan dampak kerugian serta menjaga ketahanan pangan di wilayah pesisir utara Poso.

“Kami tidak ingin masyarakat kehilangan sumber penghidupan mereka. Semua pihak harus bekerja sama agar lahan pertanian yang mengering ini dapat kembali produktif,” tegas Joko Prabowo.

Perbaikan bendungan diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan, dan warga berharap segera ada solusi jangka panjang agar ketergantungan pada bendungan tunggal tidak lagi mengancam produktivitas pertanian di desa mereka.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.