Mediaex Poso — Gempa bumi dengan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu pagi, pukul 05.38 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,30 LS dan 120,62 BT dengan kedalaman 10 kilometer.
Episenter gempa tercatat berada sekitar:
-
18 km barat laut Poso
-
82 km timur laut Sigi
-
89 km barat laut Morowali Utara
-
93 km tenggara Kota Palu
-
1.625 km timur laut Jakarta
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Dampak Gempa
Guncangan terasa kuat terutama di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, mencakup desa-desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape. Warga melaporkan bahwa guncangan berlangsung sekitar 15 detik, menyebabkan kepanikan dan sebagian besar masyarakat berhamburan keluar rumah untuk mencari lokasi aman.
Menurut laporan sementara dari BPBD Kabupaten Poso, sebanyak 29 orang mengalami luka-luka, dengan rincian:
-
13 orang dirujuk ke RSUD Poso, termasuk 2 orang dalam kondisi kritis
-
6 orang mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo
-
Sisanya mengalami luka ringan dan mendapat pertolongan di lokasi
Selain korban jiwa, gempa ini juga berdampak pada fasilitas publik dan sarana ibadah. Sebuah gereja jemaat Elim di Desa Masani dilaporkan mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang, sementara beberapa rumah warga mengalami retak dinding dan kerusakan atap.
Tindakan Darurat dan Evakuasi
Sesaat setelah gempa, BPBD Kabupaten Poso bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat segera melakukan monitoring dan pendataan dampak gempa. Tim gabungan juga mengatur evakuasi sementara warga yang tinggal di bangunan rawan runtuh, serta menyiapkan posko darurat untuk pertolongan medis dan distribusi logistik.
Selain itu, tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan relawan lokal dikerahkan untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan mendesak, termasuk distribusi air bersih, makanan ringan, dan selimut bagi keluarga terdampak.
Respons Pemerintah
Bupati Poso, dalam keterangannya, menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah menghimbau warga untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang rusak, dan mengikuti arahan posko tanggap darurat.
“Kami sudah memerintahkan seluruh perangkat kecamatan dan desa untuk melakukan pengecekan rumah, fasilitas publik, dan sarana ibadah. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada karena potensi gempa susulan masih ada,” kata Bupati.
Pihak BMKG juga mengingatkan masyarakat Poso dan sekitarnya agar selalu memantau informasi resmi melalui kanal resmi pemerintah, terutama mengenai kemungkinan gempa susulan, serta menyiapkan rencana evakuasi keluarga.
Gempa bumi di Poso ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan masyarakat terhadap bencana alam, khususnya di wilayah yang berada di zona rawan gempa di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah berencana melakukan penilaian lebih lanjut terhadap kerusakan bangunan dan memperkuat program mitigasi bencana untuk mencegah dampak lebih luas di masa mendatang.



