Mediaex Poso — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8/2025) pagi, menyebabkan kepanikan di sejumlah daerah dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui hasil kaji cepat per Minggu (17/8) pukul 23.42 WIB, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Gereja Elim Masani, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.
Korban yang meninggal sebelumnya sempat dirawat dalam kondisi kritis di RSUD Poso, namun nyawanya tidak tertolong karena luka berat di bagian kepala dan dada akibat tertimpa material bangunan gereja yang roboh.
“Korban meninggal dunia adalah salah satu jemaat yang saat kejadian sedang mengikuti ibadah pagi di Gereja Elim Masani. Bangunan gereja tersebut sebagian masih dalam tahap konstruksi, sehingga material kayu dan batako mudah runtuh ketika gempa terjadi,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu malam.
Kronologi Kejadian dan Dampak Gempa
Gempa dengan pusat di darat pada kedalaman sekitar 15 kilometer itu mengguncang cukup kuat selama beberapa detik. Getaran terasa hingga ke Kabupaten Morowali, Parigi Moutong, bahkan sebagian wilayah Luwuk, Banggai.
Saat guncangan terjadi, ratusan jemaat Gereja Elim Masani sedang menjalani ibadah rutin memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Beberapa orang yang duduk di sisi kanan gereja tertimpa reruntuhan atap dan dinding yang belum selesai diplester.
“Para jemaat langsung berhamburan ke luar gereja. Suasana sempat panik karena beberapa orang terjebak di dalam,” ungkap Pendeta Markus Lembong, yang memimpin ibadah saat kejadian. Ia juga menyebut, banyak jemaat membantu mengevakuasi korban luka sebelum tim medis tiba.
BNPB mencatat total 32 orang mengalami luka-luka akibat gempa ini. Dari jumlah tersebut:
-
16 orang dirawat intensif di RSUD Poso, termasuk dua korban dengan luka berat;
-
6 orang menjalani perawatan di Puskesmas Tokorondo;
-
dan 10 orang lainnya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan.
Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum di wilayah Poso dan sekitarnya. Data sementara mencatat:
-
7 unit rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat,
-
2 rumah ibadah, termasuk Gereja Elim Masani, rusak di bagian dinding dan atap,
-
serta satu bangunan sekolah dasar mengalami retak pada struktur tembok.
Upaya Tanggap Darurat
Tim gabungan dari BPBD Poso, TNI-Polri, Basarnas Palu, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Bantuan darurat berupa makanan siap saji, selimut, dan tenda keluarga telah disalurkan kepada warga yang rumahnya terdampak.
Sementara itu, tim teknis dari BMKG Stasiun Geofisika Palu memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Kami terus memantau aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah, terutama di sekitar sesar aktif Poso. Masyarakat agar tidak panik, namun tetap siaga terhadap potensi gempa susulan,” ujar Koordinator BMKG Wilayah IV Makassar, Dr. Lilik Nuraini.



