Satgas Ops Madago Raya Patroli Jalur Klasik, Pastikan Stabilitas Keamanan Poso

oleh -165 Dilihat
oleh

Satgas Madago Raya Intensifkan Patroli Jalur Klasik di Poso: Jaga Stabilitas dan Bangun Kepercayaan Publik

Mediaex Poso Tim Alfa 1 Satgas III Preventif Operasi Madago Raya kembali menggelar patroli jalur klasik selama tujuh hari secara bergantian di wilayah Tambarana–Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat kepolisian dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan situasi kondusif di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kegiatan patroli yang berlangsung sejak pertengahan September 2025 ini menyasar sejumlah titik rawan dan jalur hutan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai medan operasi kelompok bersenjata. Dikutip dari Mediahub Divisi Humas Polri, Kamis (25/9/2025), Kasatgas III Preventif Kombes Kurniawan Tandi Rongre mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk memastikan kelompok-kelompok radikal atau jaringan kriminal bersenjata tidak lagi tumbuh di wilayah tersebut.

“Patroli jalur klasik ini adalah langkah antisipatif untuk memastikan Poso tetap aman dan damai. Kami ingin memastikan tidak ada lagi ruang bagi kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan,” tegas Kombes Kurniawan.

Menurutnya, patroli dilakukan secara intensif dengan melibatkan personel gabungan dari Brimob, Polres Poso, serta unsur TNI. Setiap tim menyusuri jalur tambang, pemukiman terpencil, serta kawasan hutan pegunungan yang dahulu kerap menjadi lokasi persembunyian kelompok teroris.

Selain bertujuan menjaga keamanan, keberadaan personel Madago Raya di lapangan juga membawa pesan damai dan humanis. Aparat tak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, membantu warga dalam berbagai kegiatan sosial, dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga ketertiban.

“Kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan hanya untuk patroli semata, melainkan juga untuk menumbuhkan rasa aman. Kami ingin masyarakat percaya bahwa Poso hari ini jauh berbeda dari masa lalu,” ujar Kurniawan.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan yang kini tercipta menjadi modal penting bagi Kabupaten Poso dan Sulawesi Tengah secara umum untuk terus tumbuh dalam sektor ekonomi dan investasi.

“Dengan kondisi yang aman, kami berharap semakin banyak pihak, termasuk investor dan pelaku usaha, yang mau berkontribusi membangun daerah ini. Keamanan adalah fondasi utama pembangunan,” katanya.

Patroli “jalur klasik” sendiri memiliki makna historis tersendiri bagi masyarakat dan aparat keamanan. Jalur tersebut dulunya merupakan wilayah operasi intensif saat konflik bersenjata Poso berlangsung selama dua dekade terakhir. Kini, dengan kondisi yang jauh lebih damai, jalur itu tetap dijaga ketat untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Selama patroli, tim Satgas juga melakukan monitoring terhadap aktivitas warga, mengecek potensi kerawanan sosial, serta memastikan distribusi bantuan dan pembangunan infrastruktur pedesaan berjalan tanpa hambatan. Warga sekitar menyambut positif langkah ini dan mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat di wilayah mereka.

“Dulu kami takut kalau malam, apalagi kalau dengar suara tembakan. Tapi sekarang suasananya beda, sudah tenang. Polisi dan tentara sering datang bantu, bahkan ikut kerja bakti,” ungkap Sahran, warga Desa Kalora, saat ditemui di lokasi.

Di sisi lain, patroli Madago Raya juga menjadi bagian dari program pemulihan pascakonflik yang menekankan rekonsiliasi sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kapasitas aparat desa untuk mencegah radikalisme sejak dini. Pemerintah daerah bersama Polri dan TNI terus memperkuat kolaborasi dalam program “Poso Damai Berdaya”, yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi berbasis komunitas dan pendidikan perdamaian.

Sejak diluncurkan, Operasi Madago Raya—yang merupakan kelanjutan dari Operasi Tinombala—telah mengalami pergeseran dari pendekatan militeristik ke pendekatan humanis dan pemberdayaan. Polri menegaskan bahwa tahap saat ini lebih berfokus pada stabilisasi dan pembangunan kepercayaan publik daripada operasi penindakan bersenjata.

“Madago Raya bukan hanya operasi keamanan, tapi juga operasi kemanusiaan. Kami ingin memastikan masyarakat Poso merasakan kedamaian yang sesungguhnya,” ujar Kurniawan menegaskan.

Hingga kini, kondisi keamanan di Kabupaten Poso dilaporkan berangsur kondusif. Tidak ada lagi aktivitas kelompok bersenjata yang signifikan, sementara kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat kembali berjalan normal. Pemerintah daerah juga terus memperkuat infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat berharap operasi seperti ini terus dilanjutkan, bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memupuk rasa percaya dan kebersamaan antara warga dan aparat negara.

“Kami ingin anak-anak kami tumbuh dalam suasana damai tanpa takut lagi mendengar cerita konflik,” kata Rosmiati, seorang guru sekolah dasar di Tambarana.

Dengan langkah preventif berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, Poso kini menatap masa depan yang lebih cerah — dari daerah yang dulu dikenal dengan konflik, menjadi simbol rekonsiliasi dan perdamaian di Sulawesi Tengah.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.